Relawan TIK Indonesia Sinergi Literasi Digital Lintas Institusi dan Gerakan

0
157

Rtikjember.or.id – Jakarta, 27 Desember 2017 – Menutup Tahun 2017, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) sebagai organisasi masyarakat yang memiliki konsentrasi pemberdayaan masyarakat terkait penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) baik dalam hal literasi digital dengan mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan internet yang bijak, maupun mendukung beragam program peningkatan kapasitas TIK di seluruh Indonesia melakukan rapat akhir tahun.

UNESCO mendefinisikan literasi digital sebagai “… kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif, etika, sosial emosional dan aspek teknis/teknologi…”

Dalam rapat akhir tahun yang membahas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dalam program yang akan disusun RTIK pada tahun 2018 beberapa institusi mendukung gerakan RTIK antara lain Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan juga gerakan SIBERKREASI yang merupakan gerakan nasional dimana salah satu pendukung aktifnya adalah Relawan TIK Indonesia.

Asdep Nilai dan Kreativitas Budaya Kemenko PMK, Ir. Iwan Eka Setiawan, M.Sc dalam sambutannya menegaskan adanya kolaborasi RTIK dalam GNRM selama ini memberi dampak positif, terutama dalam hal literasi digital terkait konten kreatif anak-anak muda tingkat sekolah dalam program Revolusi Mental yang berlangsung sepanjang tahun 2017 lalu di 34 Provinsi.

Sedangkan Donny BU sebagai perwakilan SIBERKREASI mengatakan bahwa kontribusi RTIK diharapkan semakin nyata, terutama konten misalnya buku yang terkait literasi digital untuk membantu gerakan literasi digital yang saat ini krusial untuk dilakukan.

Sebagaimana paparan dari Direktur Pemberdayaan Informatika, Kemenkominfo, Septriana Tangkary, SE, MM yang diwakili oleh Harry Hartono, Kasubdit Peningkatan Kapasitas TIK, bahwa ancaman riil yang mengikuti tingkat penggunaan TIK utamanya Internet di Masyarakat. Oleh karenanya, perlu peran banyak pihak untuk menjadikan internet sebagai media yang membuat masyarakat produktif dan kreatif, bukan hanya sebagai konsumen dan kerap menjadi korban kejahatan baru di dunia maya/siber.

Dalam rangkaian acara rapat GNRM untuk Program RTIK di tahun 2018, di Hotel Morrisey, Jakarta, 27/12/2017, pengurus pusat Relawan TIK Indonesia merumuskan program nasional bermitra dengan berbagai pihak, diantaranya, sebagaimana disebut oleh Fajar Eri Dianto, Ketua Umum RTIK Indonesia, dengan Kemkominfo, Kemenko PMK, Kemendes PDTT, Kemhan, dan Pemda-Pemda seluruh Indonesia. Selain itu, dengan organisasi lain diluar pemerintahan yang bersinergi untuk mewujudkan Indonesia lebih baik dan lebih berdaya dengan menggunakan TIK sebagai daya ungkit kebangkitan Indonesia secara ekonomi sosial dan budaya di masa depan.

RTIK Indonesia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terkait dan segenap pihak yang mendukung acara ini dan gerak aksi RTIK ke depan. Geri Sugiran (Kabid Humas RTIK Indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here