PENGUATAN GERAKAN CINTA TANAH AIR  (Oleh : Ahmad Zain FuadKopdar I HWMI)

0
326

Hujjatul Islam Imam Hamid Muhammad bin Muhammad dalam kitabnya disebutkan bahwa ‘Kebenaran yang tidak tertata dengan baik kadang bisa dikalahkan dengan kebatillan yang tertata dengan baik’, (الحق بلا نظام يغلبه الباطل بنظام ), ungkapan ini mirip dengan apa yang disampaikan oleh sahabat Ali bin Taholib. sederhana namun mengandung makna yang dalam terutama dalam menyusun sebuah pergerakan. Penataan sistem gerakan perlu dibangun secara kontinu, tidak boleh hit and run, tapi harus mempertahankan keterikatan. Karena itu, gerakan  di medsos khususnya harus direncanakan dan harus memiliki tujuan dan efek yang ingin dicapai. Pernahkah kita mengevaluasi tingkat keberhasilan gerakan kita? Selain rencana, ada hal lain yang perlu kita lakukan yakni evaluasi, mengevaluasi (muhasabah) apa-apa yang sudah kita lakukan.

Gerakan di media sosial ini sudah saatnya kita tata kembali, saat ini jika kita amati perkembangan gerakan kita, khususnya nahdliyin mulai benar-benar gencar sejak tahun 2016, walaupun sebelumnya sudah ada namun gerakannya masih belum terorganisir dengan baik, bahkan kesanya masih berjuang sendiri-sendiri. Padahal, kalangan yang anti nahdliyin dan NKRI sudah menyiapkan dan bergerak di dunia maya dan terorganisir dengan baik sejak 2010 (Dakwah Online), karena mereka sadar bahwa gerakan di dunia nyata pasti akan lemah dan langkah yang paling tepat dakwah melalui Online (bahkan sumber yang saya dapatkan mereka bergerak sejak era 90-an). Apalagi saat itu, dari kalangan kita masih sangat awam, maka tidak heran jika kita search di google maka yang tampak kebanyakan dari kalangan mereka (anti amaliyah nahdliyin), hasil analisa tim cyber NU sampai saat ini ada sekitar 208 media online yang seringkali menyerang NU dan Nilai-nilai nasionalisme.
Kesadaran dalam membangun gerakan dalam dunia maya harus betul-betul kita organisir lebih matang (dengan tanpa menafikan gerakan nyata), mengingat di zaman era digital ini orang lebih gandrung dengan gadget daripada membuka buku apalagi menghadiri majlis-majlis ilmu, hal ini sangatlah mungkin Karena kesibukan yang padat, sehingga tidak ada waktu senggang untuk menghadiri majlis-masjlis ilmu, alternatif terakhir adalah internet. maka tidak heran jika saat ini Indonesia meraih peringkat ke-6 dunia pengguna internet (medsos).

menurut lembaga riset pasar e-Marketer,  populasi netter Tanah Air mencapai 83,7 juta orang pada 2014. ini artinya jutaan orang mengakses internet setiap harinya, baik tujuanya untuk mencari informasi dan ilmu, mengerjakan tugas, browsing, download, maupun bisnis online.

Penguatan organisasi gerakan dalam media sosial sudah saatnya kita bangun, berabagai “kekalahan” yang sudah kita lihat dalam dunia maya menjadi pelajaran berharga bagi kita. muncul majlis-majlis taushiyah online sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, hal ini terlihat dari banyaknnya umat Islam khusunya masyarakat awam yang awalnya nahdliyin kini berbalik arah, bahkan berani melawan amaliyah nahdiliyin tiada lain semua berawal dari media online, mereka bergerak dengan istiqomah dan terorganisir dengan rapi.

Selain masalah amaliyah ibadah, gerakan online yang perlu kita bangun adalah gerakan cinta tanah air. sejak lahirnya ISIS dunia dibuat kalang kabut dengan model rekrutmen milisinya, karena milisi yang memperkuat ISIS hampir semuanya berasal dari lintas negara, bahkan Indonesia tidak luput dari pengaruh pemahaman ISIS yang merusak dan mengancam sendi-sendi persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), negeri ini dibangun dengan sebuah konsep persatuan oleh para pendiri bangsa khususnya para kyai yang berjuang sampai mempertaruhkan jiwa dan raga tentu kita tidak tinggal diam dengan ancaman ini. Selain ISIS tentu masih banyak sekali gerakan anti Islam  (NU) dan ancaman bagi NKRI yang selalu aktif menebarkan terror, baik berupa fitnah maupun serangan secara nyata melalui dunia maya.

Konsep gerakan cinta tanah air merupakan salah satu ajaran penting yang diajarkan oleh Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari yang kita kenal dan kita perjuangkan bersama memalui gerakan Hubbul Wathon Minal Iman. jika rasa cinta tanah air ini tertanam dengan kuat, maka berbagai konflik dalam sebuah negara akan mampu diminimalisir sebagaimana yang terjadi di timur tengah yang sampai saat ini masih bergejolak, semua berawal dari pertentangan masalah urgensi antara agama dan negara. dengan Perenungan dan pemikiran yang mendalam munculnya konflik negara-agama diberbagai negara kala itu agar tidak sampai merebak ke Indonesia khsusnya pada umat Islam maka Hadrotus Syaikh KH Hasyim Asyari merusmuskan tiga konsep Ukhuwah, Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam satu agama), Ukhuwah Basyariah (persaudaraan dalam satu bangsa), dan Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan dalam satu negara).

Menurut KH. Said Aqil Siradj Ukhuwah Wathoniyah lebih utama daripada lainnya. Itu karena kita lahir, bertindak, bekerja, dan beribadah di atas Tanah Air ini. Tidak mungkin kita bisa beribadah kalau kita tidak memiliki Tanah Air, karena itu para ulama NU menyatakan cinta Tanah Air itu sebagian dari iman.
Saat ini umat Islam Indonesia mendapatkan serangan bertubi-tubi, baik secara amaliyah Ibadah maupun Nasionalisme (cinta tanah air). jika sahabat-sahabat kita di NU berjuang diberbagai lini perjuangan, maka sudah saatnya kita mengambil bagian salah satu perjuangan sahabat-sahabat NU yakni fokus dalam menanamkan rasa cinta tanah air di media sosaial dengan satu gerakan Hubbul Wathon Minal Iman. tentu gerakan ini tetap mengedepankan etika dan Fikroh an-nahdliyah, yaitu :
1. Fikrah Tawassuthiyyah (pola pikir moderat), artinya Nahdlatul Ulama senantiasa bersikap tawazun (seimbang) dan I’tidal (moderat) dalam menyikapi berbagai persoalan. Nahdlatul Ulama tidak tafrith atau ifrath.
2. Fikrah Tasamuhiyyah (pola pikir toleran), artinya Nahdlatul Ulama dapat hidup berdampingan secara damai dengan pihak lain walaupun aqidah, cara pikir, dan budayanya berbeda.
3. Fikrah Ishlahiyyah (pola pikir reformatif), artinya Nahdlatul Ulama senantiasa mengupayakan perbaikan menuju ke arah  yang lebih baik (al-ishlah ila ma huwa al- ashlah).
4. Fikrah Tathowwuriyyah (pola pikir dinamis), artinya Nahdlatul Ulama senantiasa melakukan kontekstualisasi dalam merespon berbagai persoalan.
5. Fikrah Manhajiyyah (pola pikir metodologis), artinya Nahdlatul Ulama senantiasa menggunakan kerangka berpikir yang mengacu kepada manhaj yang telah ditetapkan oleh Nahdlatul Ulama.
Harapan kami, dengan pertemuan ini (kopdar) ada hasil nyata gerakan menanamkan rasa cinta tanah air baik melalui media online maupun dalam aksi nyata. minimal dalam target pertemuan ini kita targetkan terbentuk susunan kepengurusan dan organ-organ daerah sebagai kepanjangan gerakan. gerakan awal kita memperbaiki sistem jaringan di media online dengan mengaktifkan kajian-kajian kebangsaan (ngaji Online), kita ramaikan dunia online dengan berbagai kajian cinta tanah air melalui pembuatan situs-situs (web), minimal setiap daerah ada satu web, atau minimal ada blogspot. adapun isi kajian (pengajian) dapat kita sosialisasikan melalui diskusi-diskusi sebagaimana yang sudah kita laksanakan selama ini melalui Whatsapp maupun Facebook.

Wallaahul muwaafiq ilaa Aqwaamith thooriq.
Oleh : Ahmad Zain FuadKopdar I HWMI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here