Medsos Menjadi “Ladang” Penyebar Kebencian, Hoax dan Tindak Kejahatan

0
20

Rtikjember.or.id – JEMBER , Admin grup medsos se-Kabupaten Jember dikumpulkan di wisma Kapolres Jember untuk menjaga informasi – informasi yang beredar di media sosial. Medsos menjadi ladang penyebar kebencian, hoax dan tindak kejahatan, senin malam (11/2/2019).

Menurut Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo bahwa pada tahun ini merupakan tahun politik, dimana media sosial sebagai tempat penyebar hoax dan ujar kebencian. “Kita sama-sama menjaga informasi yang beredar dimedia sosial ini supaya tetap menjadi informasi yang bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menjelang pemungutan suara semakin dekat, maka semakin beredar informasi bohong, informasi yang memiliki sifat ujar kebencian yang melalui media sosial, sehingga admin grup medsos di Jember agar tidak sembarangan meloloskan dalam media-media grup. “Kita tetap menjaga situasi Jember aman, tertib dan kondusif,” kata Kapolres Jember.

Grup medsos yang meloloskan postingan hoax atau ujar kebencian makan akan dikenakan pindana, karena sesuai UU yaitu barang siapa yang meneruskan atau menstranferkan hoax atau yang bersifat ujar kebencian bisa dipidana. “Bukan hanya yang membuat tetapi yang meneruskan juga bisa dipidana,” ujarnya.

Foto Audiens

Grup medsos Jember mendeklarasikan untuk menjaga pemilu ini aman, damai dan tertib dalam media sosial. Media sosial sebagai media objektif dan media yang bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. “Dengan adanya komitmen ini, minimal dari diri sendiri kita berbuat untuk menjaga media sosial ini sebagai media yang objektif dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Sedangkan menurut Ketua Relawan TIK Jember, Ulil Albab bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua admin grup, dimana masih banyak grup yang meloloskan foto KTP atau didentitas lainnya di media sosial. “Saat ini kejahatan banyak merajalela di media sosial, salah satunya peminjaman uang secara online, dimana hanya cukup menunjukkan KTP saja, sudah bisa cair peminjamannya,” katanya.

Media sosial menjadi tempat penyebaran berita bohong dan yang mengarah kepada ujar kebencian. Admin medsos harus lebih selektif dalam mengelola grup medsos supaya para admin tidak terjerat dalam hukum. “Admin harus lebih selektif dalam meloloskan berita kedalam grup, admin harus selalu berkoordinasi dengan kepolisian terkait benar dan tidaknya berita yang mau diloloskan dalam grupnya,” ujarnya.

Ulil Albab berharap semua admin grup bisa mensosialisasikan disetiap masing-masing grup terkait postingan, serta bisa memberikan hal yang positif bagi grup yang mereka kelola. “Kita ingin grup medsos di Jember ini menjadi grup yang positif untuk membangun jember kedepannya, serta menjaga grup dari berita hoax dan berita yang mengandung ujar kebencian,” harapannya. (Samsul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here