Literasi Digital Anak Pinggir Kali Bedadung Jember

0
85

Yayasan USK (Untukmu Si Kecil), sebuah yayasan sosial yang mendedikasikan diri untuk mendampingi adik-adik dalam menikmati masa anak-anaknya.

Kami bersyukur adik-adik di sini lebih memilih untuk bermain bersama daripada berdiam di rumah.

Bermain hulahup, petak umpet, egrang, congklak kayu, permainan yang sudah jarang dipilih oleh para anak-anak jaman sekarang.

Adik-adik di sini tidak dikekang, mereka bebas mau bermain apa saja. Sementara para volunteer yang tergabung dalam USK, akan terus mendampingi mereka. “Hayoo adik-adik seminggu ini sudah belajar apa saja di sekolah,” ucap Azizah, salah satu volunteer USK.

Mereka pun tanpa ragu menceritakan apa yang mereka dapatkan selama seminggu terakhir di sekolah, dan tak jarang mereka juga minta didampingi untuk mengerjakan tugas sekolahnya.

Azizah mulai mengabdikan dirinya untuk menjadi pendamping bagi adik-adik sejak dia kuliah dan saat ini dia sudah mengajar di salah satu TK swasta di Jember. “Ada kepuasan tersendiri bagi saya. Mendampingi tumbuh kembang mereka, memastikan mereka menikmati masa anak-anaknya yang penuh warna,” ungkapnya.

Ada kurang lebih 25 adik-adik yang bergabung di sini, mereka bebas mau bermain di Yayasan ini kapan pun.

Kami pun memberikan penjelasan mengenai apa itu internet yang positif kepada adik-adik, juga mengenalkan positif dan negatifnya dunia digital melalui permainan ular tangga.

Banyak dari mereka yang tidak difasilitasi gadget oleh orang tuanya, karena usia mereka adalah usia untuk bermain menikmati masa anak-anak.

Saat kami tanya ke Azizah, berapa banyak adik-adik di sini yang bawa gadget pribadi. “Jarang yang bawa gadget, ada yang bawa tapi ketika di sini mereka langsung taruh saja dan memilih bermain dengan teman-temannya, jadi gadget dibawa cuma sebagai alat komunikasi dengab orangtua mereka, selebihnya ya seperti nonton youtube begitu, kalau kecanduan game gitu gak ada,” jawabnya.

Ada juga yang bawa gadget dengan dibatasi oleh orang tuanya. “Seperti boleh bawa gadget sekali dalam dua minggu, ya tapi itu bukan masalah karena mereka tidak terlalu bergantung pada gadget. Mereka datang ke sini inginnya main aja sama teman-temannya,” pungkas Azizah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here