Dirjen IKP Apresiasi Peran Media dalam Diseminasi Informasi

0
109

Semarang, Kominfo – Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti mengapresiasi Pers Indonesia dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Saat ini pers sudah  on the right track terutama media mainstream, telah memberikan kontribusi yang tepat pada masyarakat bangsa dan negara,” katanya dalam Diskusi Publik Forum Editor’s di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/05/2017) kemarin.
Menurut Dirjen Niken,  Kementerian Kominfo akan melakukan kolaborasi dengan pekerja media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Kominfo dengan media adalah mitra yang erat. Dengan adanya metamorfosis media karena perkembnagan politik, ekonomi, hingga perubahan budaya masyarakat dalam mencari informasi serta melakukan komunikasi. Media masih memiliki peran yang bisa mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat,” tuturnya.
Dirjen IKP menyitir tugas Kementerian Kominfo untuk menyampaikan informasi dalam memenuhi hak warga negara. “Kemenkominfo sebagai lembaga pemerintah  berkewajiban untuk menyampaikan informasi dan berkomunikasi kepada seluruh steakholders. Jadi hak untuk mendapatkan informasi dan komunikasi itu adalah hak asasi manusia yang dilindungi UUD 45,” ujarnya.
Mengutip UUD 45 khususnya Pasal 28 f, Dirjen Niken menyebutkan setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. “Tak hanya mencari bahkan memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia jadi jelas,” kata Niken seraya menjelaskan bahwa setiap rakyat Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi dari apa yang sudah dan akan dilakukan oleh pemerintah.
Dirjen Niken menegsakan saat ini Kementerian Kominfo berbeda dengan zaman orde baru ketika ada Departemen Penerangan. “Kominfo saat ini berfungsi memberikan informasi dalam memberikan informasi tidak mengevaluasi pers tidak mencampur dan tidak mengekang  kebebasan pers. Apalagi di era reformasi saat ini, pers sekarang bebas namun harus dibatasi etika jurnalistik, profesionalisme, dan dibatasi undang-undang dan aturan yang ada,” tambanya.
Kolaborasi dengan pers menurut Dirjen IKP salah satunya dengan menggandeng pers dalam mencegah penyebaran hoaks. “Kita berharap pers secara kritis juga profesional tentunya menyebarkan informasi kepada masyarakat. Saat ini pers harus lebih cermat dan berperan mengurangi berita hoax atau berita bohong,” pintanya.
Perhatian terhadap hoaks menurut Niken perlu melibatkan insan pers agar penyebaran hoaks tidak berdampak negatif kepada masyarakat. “Akibat banyaknya berita bohong, sering meninbulkan gejolak sosial dan  bentrok horizontal. Maka pers, harus menjujung tinggi prinsip-prinsip pers sebagai penjaga kebenaran dan demokrasi,” tambah Niken.
Dirjen IKP menekankan, pers memiliki pengaruh yang sangat besar sebagai pilar keempat. “Walaupun sudah muncul media sosial, namun kepercayaan dan pengaruh pers arus utama, tetap besar. Menurut  Niken, justeru karenanya dalam perkembangan seperti sekarang justeru profesionalisme pers semakin dibutuhkan,” katanya.
Dalam acara diskusi publik yang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-109, tampil pembicara lain yaitu, Pemred English Tempo Hermin Indah, Pemred Merdeka Online Setiawan Hendra Lelana dan inosiator Blogger ASEAN, “Blontang” Pur. Diskusi diikuti oleh para editor di media cetak dan online serta mahasiswa yang menekuni bidang kajian media.(ddh)

Sumber : https://www.kominfo.go.id/content/detail/9666/dirjen-ikp-apresiasi-peran-media-dalam-diseminasi-informasi/0/berita_satker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here