Perkembangan TIK Harus Bangkitkan Spirit Kebangkitan Nasional

0
122

Yogyakarta, Kominfo – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sejatinya harus dapat membangkitkan spirit Kebangkitan Nasional. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Rosarita Niken Widyastuti dalam pembukaan Diskusi Publik Kebangkitan Nasional di Yogyakarta, Sabtu (20/05/2017).

“Perkembangan TIK dan digital harus betul-betul untuk membangkitakan semangat dan komitmen meneguhkan ke-Indonesia-an. Kembali memperteguh Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Niken.

Niken menenkankan generasi muda memiliki potensi luar biasa untuk bangkit dan berkarya. “Generasi muda mempunyai potensi, power yang luar biasa kalau ia mau bangkit dan berkarya, merealisasikan inspirasi jadi karya” jelas Niken di depan para peserta diskusi yang sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta.

Senada dengan Niken, Plt. Ketua Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta, Gati Gayatri menyampaikan generasi muda berperan penting dalam mengubah kondisi Indonesia yang, meski secara fisik telah merdeka, namun di berbagai bidang masih bergantung dan dikendalikan oleh asing.

“Mungkin secara fisik memang negara kita sudah merdeka. Tapi kalau kita renungkan situasi dan kondisi bangsa ini, di bidang kehidupan ekonomi, sosial, dan politik, bangsa Indonesia masih bisa dikendalikan, mungkin sebagian kecil, mungkin sebagian besar, oleh bangsa asing,” tutur Gati.

Gati menyontohkan salah satu kondisi bidang sosial budaya dengan adanya fenomena digitalisasi membuat media nasional dan sistem komunikasi Indonesia masih bergantung pada negara asing. “Kalau generasi muda kita ingin melepaskan Indonesia dari ketergantungan TIK asing, supaya mandiri secara sosial dan budaya, maka generasi muda kita harus mampu mendorong terwujudnya kemandirian TIK, kemandirian internet,” paparnya.

Selain itu, pemerintah juga turut serta memberi dorongan untuk mengantisipasi dominasi asing tersebut, yang tampak dari prioritas pemerintah untuk menciptakan kemandirian ekonomi bangsa. “Pak Jokowi prioritas untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas bangsa,” tandasnya.

Namun tantangan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi tersebut sangat besar, dengan kondisi minimnya jumlah tenaga terampil di Indonesia. “Data ASEAN Productivity Organization, jumlah tenaga kerja kita di ASEAN saja masih kalah dengan Singapura, Malaysia, dan Filipina. Di Indonesia jumlah tenaga terampil hanya 4,3%,” jelas Gati.

Apalagi, tambahnya, bagi tenaga kerja Indonesia umumnya ada kendala dalam beberapa hal mendasar, seperti penguasaan Bahasa Inggris, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, serta kurang dalam perilaku kerja. Dalam konteks tersebut, Gati merasa tema diskusi “Kebangkitan Generasi Muda, Kebangkitan Indonesia” sangat tepat untuk membangkitkan kesadaran generasi muda Indonesia agar terus memajukan bangsa.

“Dalam konteks inilah, saya merasa tema diskusi publik ini tepat sekali. Semoga diskusi ini mampu meningkatkan kesadaran generasi muda kita, menjaga dan mengisi kemerdekaan Indonesia dengan karya-karya yang memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Gati.

Dalam diskusi publik tersebut, hadir narasumber Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Hukum Henri Subiakto; Pemimpin Redaksi Historia Bonnie Triyana; serta Ketua Yayasan Pemimpin Anak Bangsa Andri Rizky Putra. (VY)

Sumber :

https://www.kominfo.go.id/content/detail/9664/perkembangan-tik-harus-bangkitkan-spirit-kebangkitan-nasional/0/berita_satker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here