​Kurikulum Anti Narkoba Resmi Dijalankan di Jember

0
247
Kapolres Jember saat menyematkan pin kepada personil. Kepolisian yang akan menjadi tenaga pengajar. (Foto : RTIK Jember/gun)

rtikjember.or.id – JEMBER, Sabtu (14 Oktober 2017) – Propinsi Jawa Timur yang menduduki posisi kedua pengguna narkoba terbanyak secara nasional, juga diperkuat pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prof. H. Joko Widodo yang menyatakan bahwa Indonesia telah darurat narkoba,  maka dari itu Kepolisian Resor Jember bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember melakukan launching program pendidikan wawasan bahaya narkoba sebagai kurikulum pendidikan SMP dan SMA se-Kabupaten Jember.

Langkah tersebut langsung diwujudkan dengan penandatangan MoU antara Kapolres Jember, Bupati Jember serta Kadiknas Propinsi Jawa Timur di hadapan 3600 siswa-siswi setingkat SMP,  MTs., SMA,  SMK, MAN yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Jember, Sabtu (14/10) siang.

“Pemkab Jember dengan Polres telah sepakat memasukkan muatan bahaya narkoba dalam kurikulum sekolah setingkat SMP-SMA baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Jember, “terang Bupati Jember,  dr. Hj. Faida MMR.

Bupati menegaskan bahwa dirinya tidak mau generasi muda Kabupaten Jember ini sampai kehilangan masa depan dikarenakan oleh Narkoba.

Setidaknya dalam menjalankan program ini, Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo telah mempersiapkan 40 anggotanya guna menjadi pengajar mengenai materi bahaya narkoba ini.

“Kami siapkan 40 anggota kami untuk mendedikasikan dirinya mengajar adik-adik tentang apa itu narkoba serta bahayanya,”terang Kapolres Jember, Kusworo Wibowo.

Inilah langkah preventif Kepolisian dalam menekan demand terhadap narkoba sesuai arahan Kapolri saat Apel Kasatwil pada 8 hingga 11 Oktober 2017 lalu.

“Kalau demandnya menurun dan saya harap tidak ada sama sekali, maka produsennya akan gulung tikar,” harapnya.

Program ini akan dilaksanakan perminggu di setiap sekolah. “Dalam seminggu, per kecamatan bisa hingga 2 sekolah didatangi oleh petugas kami,  harinya apa, sekolahnya yang mana,  jam ke berapa itu Diknas yang mengatur,” tukasnya. (gun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here